Cari Artikel

Sunday, October 19, 2025

Outing Class ke Galeri Hasil Hutan: Belajar dari Alam, Menumbuhkan Rasa Syukur dan Kepedulian

Outing Class ke Galeri Hasil Hutan: Belajar dari Alam, Menumbuhkan Rasa Syukur dan Kepedulian

Pada tanggal 26 Agustus 2024, murid-murid SD IT Darul Ihsan Pontianak berangkat dengan wajah ceria menuju Galeri Hasil Hutan dalam kegiatan Outing Class. Kegiatan pembelajaran di luar kelas ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka untuk mengenal lebih dekat kekayaan alam Indonesia, khususnya hasil hutan yang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia.

Sejak pagi, suasana sekolah sudah dipenuhi semangat. Murid berkumpul di halaman dengan membawa perlengkapan masing-masing. Setelah doa bersama dan pengarahan dari guru pendamping, rombongan berangkat menuju lokasi dengan penuh antusias. Perjalanan yang ditempuh menjadi momen kebersamaan yang hangat—murid saling bercanda, dan menikmati suasana perjalanan yang menyenangkan.

Sesampainya di Galeri Hasil Hutan, para murid disambut ramah oleh petugas. Mereka diajak berkeliling melihat berbagai jenis hasil hutan seperti kayu, rotan, damar, getah, madu hutan, dan beragam kerajinan tangan yang dibuat dari bahan alami. Penjelasan dari pemandu membuat murid semakin kagum akan kekayaan sumber daya alam Indonesia yang begitu melimpah.

Tidak hanya melihat, murid juga diajak untuk mengenal proses pengolahan hasil hutan secara langsung. Mereka belajar bagaimana kayu diolah menjadi mebel, bagaimana getah dapat dijadikan bahan industri, dan bagaimana masyarakat sekitar hutan menjaga keseimbangan ekosistem agar hutan tetap lestari. Dengan cara belajar yang menyenangkan ini, murid tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memahami pentingnya menjaga kelestarian alam.

Di sela kegiatan, guru-guru mengajak murid berdiskusi tentang manfaat hutan bagi kehidupan manusia dan hewan. Hutan bukan hanya sumber bahan alam, tetapi juga rumah bagi keanekaragaman hayati serta penghasil udara bersih yang kita hirup setiap hari. Murid diajak untuk bersyukur atas nikmat Allah yang begitu besar melalui ciptaan-Nya yang luar biasa.

Setelah berkeliling, kegiatan dilanjutkan dengan sesi istirahat dan makan bersama di area terbuka yang teduh. Canda tawa dan kebersamaan semakin terasa hangat. Sebelum kembali ke sekolah, murid menulis kesan dan pesan mereka tentang pengalaman hari itu. Banyak yang menulis bahwa mereka kini lebih paham arti pentingnya menjaga hutan dan tidak merusak alam.

Outing Class ke Galeri Hasil Hutan ini bukan sekadar kegiatan rekreasi, melainkan pembelajaran bermakna yang memperluas wawasan murid tentang lingkungan hidup. Melalui pengalaman langsung, mereka belajar bahwa setiap pohon, daun, dan hasil bumi memiliki peran besar dalam keberlangsungan kehidupan di bumi.

SD IT Darul Ihsan terus berkomitmen untuk menghadirkan kegiatan belajar yang kontekstual dan menyenangkan. Dengan menghadirkan pengalaman nyata di luar kelas, murid diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, peduli, dan berakhlak mulia. Dari kunjungan ke galeri hasil hutan ini, mereka tidak hanya membawa ilmu, tetapi juga kesadaran baru bahwa menjaga alam berarti menjaga kehidupan.

Dari Bubur Kertas Menjadi Kertas Baru: Wujud Kreativitas dan Peduli Lingkungan di SD IT Darul Ihsan


Pada bulan Mei 2025, suasana kelas 5 SD IT Darul Ihsan Pontianak tampak berbeda dari biasanya. Murid-murid penuh semangat mengikuti kegiatan seni rupa bertema “Bubur Kertas Diolah Menjadi Kertas Baru.” Melalui kegiatan ini, mereka belajar bahwa menjaga lingkungan dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan sekaligus kreatif.

Kegiatan ini dimulai dengan mengumpulkan kertas bekas dari lingkungan sekolah. Tumpukan kertas yang semula dianggap tak berguna—seperti hasil tugas lama, potongan kertas, dan printan yang sudah tak terpakai—disulap menjadi bahan utama untuk berkarya. Murid-murid bekerja sama mengoyak kertas menjadi potongan kecil, lalu merendamnya hingga lembut. Setelah itu, potongan kertas dihaluskan menggunakan blender hingga menjadi bubur kertas.

Suasana kelas dipenuhi antusiasme. Mereka menuangkan bubur kertas ke dalam cetakan persegi panjang yang dilapisi kain halus, meratakannya dengan hati-hati, lalu menjemurnya di bawah sinar matahari. Setelah kering, kertas hasil olahan tampil unik—bertekstur alami dan memiliki warna lembut. Beberapa murid menambahkan daun kering, bunga kecil, atau potongan warna-warni untuk mempercantik hasilnya.

Proses sederhana ini menjadi pengalaman berharga. Murid memahami bahwa mendaur ulang tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga memberi kesempatan untuk berkreasi. Dari prinsip reduce, reuse, recycle atau 3R, mereka belajar bahwa sesuatu yang dianggap limbah masih bisa memiliki nilai dan manfaat baru. Bahkan, sebagian murid memanfaatkan hasil karya mereka sebagai kartu ucapan, sampul buku, dan hiasan dinding.

Melalui kegiatan di bulan Mei ini, sekolah ingin menanamkan nilai tanggung jawab terhadap lingkungan sejak dini. Murid diharapkan tumbuh menjadi generasi yang peduli bumi, kreatif, dan berani berinovasi. Setiap lembar kertas hasil karya mereka menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil.

Kegiatan “Bubur Kertas Diolah Menjadi Kertas Baru” bukan sekadar proyek seni rupa, tetapi juga wujud nyata pembelajaran kontekstual yang menggabungkan seni, sains, dan nilai kepedulian lingkungan. Dari kertas bekas menjadi karya baru, murid SD IT Darul Ihsan membuktikan bahwa kreativitas dan kepedulian dapat berjalan seiring demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Market Day Kelas 4B: Serunya Belajar Jual Beli di SD IT Darul Ihsan!

 Market Day Kelas 4B: Serunya Belajar Jual Beli di SD IT Darul Ihsan!

 

Pada hari Jumat, 25 April 2025, giliran kelas 4B SD IT Darul Ihsan melaksanakan kegiatan Market Day. Suasana sekolah tampak begitu meriah ketika murid-murid kelas 4B menjadi “penjual cilik” yang penuh semangat menawarkan berbagai makanan dan minuman homemade.

Kegiatan Market Day yang dilaksanakan tiga kali dalam sebulan secara bergantian dari kelas 4–6 ini bukan hanya sekadar ajang jual beli. Melalui kegiatan ini, murid belajar tentang keterampilan wirausaha, cara berkomunikasi dengan baik, menghitung uang, melayani pembeli dengan ramah, serta menanamkan sikap jujur dalam berdagang.

Wajah ceria para murid terlihat jelas ketika dagangan mereka laris terjual dan mendapat apresiasi dari teman, guru, maupun pembeli lainnya. Market Day menjadi pengalaman menyenangkan sekaligus mendidik yang mampu menumbuhkan kemandirian, kreativitas, dan rasa percaya diri sejak dini.

Serunya Membuat Filter Air Sederhana!

 Serunya Membuat Filter Air Sederhana!

Kelas 3A

Pada Jumat, 02 Mei 2025, suasana kelas 3A SD IT Darul Ihsan terasa berbeda dari biasanya. Kali ini, murid tidak hanya belajar teori, tetapi langsung praktik membuat filter air sederhana bersama guru mereka, Ustadz Andriyadi, S.Pd.

Dengan penuh semangat, anak-anak menyusun bahan-bahan sederhana seperti botol bekas, pasir, kerikil, arang, dan kapas menjadi sebuah alat penyaring air. Hasilnya membuat mereka takjub—air keruh yang dituangkan bisa berubah lebih jernih setelah melewati saringan buatan mereka.

Kegiatan ini bukan sekadar eksperimen sains, tetapi juga mengajarkan betapa pentingnya menjaga kebersihan air sebagai sumber kehidupan. Selain itu, siswa belajar nilai kreativitas, kerja sama, dan kepedulian lingkungan.

Antusiasme dan keceriaan siswa terlihat dari awal hingga akhir kegiatan. Proyek ini menjadi pengalaman berharga yang membuat belajar sains semakin seru, menyenangkan, dan bermakna.

Sunday, June 14, 2020

Informasi PPDB SMP Negeri Kota Pontianak 2020 / 2021

Berikut informasi yang dapat disampaikan terkait PPDB SMP Negeri Kota Pontianak 2020 / 2021




Contoh Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak Orangtua / Wali Calon Peserta Didik









Wednesday, February 5, 2020

Kasih Sayang Terhadap Anak

Menyayangi dan bersikap ramah terhadap anak merupakan akhlak Rasulullah ﷺ. Beliau sebagai teladan teragung dan pendidik pertama. Beliau adalah orang yang paling baik akhlaknya. Allah ﷻ berfirman tentang diri beliau:

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ

"Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur." (Al-Qalam: 4)

Rasulullah ﷺ sendiri telah bersabda:

"Barangsiapa terhalang dari kasih sayang, maka ia terhalang dari kebaikan seluruhnya." (HR. Muslim, No. 2592)

Beliau juga bersabda:

"Barangsiapa tidak mengasoho, maka ia tidak akan dikasihi." (HR. Bukhari, No. 5997)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata, "Seorang laki-laki datang menghadap Nabi ﷺ bersama seorang anak, ia mendekap anak itu. Rasulullah ﷺ bertanya, "Apakah kamu menyayanginya?" Laki-laki itu menjawab, "Ya." Beliau bersabda, "Allah lebih sayang terhadapnya daripada kamu, Dialah Yang Maha Penyayang." (HR. Bukhari)

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata, "Seorang perempuan datang menemui Aisyah. Aisyah memberinya tiga butir kurma. Si perempuan memberikan satu butir kurma kepada masing-masing anaknya dan menyisakan satu butir kurma untuk dirinya sendiri. Anak-anak memakan dua butir kurma. Keduanya memandang ke arah  ke arah ibu. Sang ibu mengambil kurma dan membelahnya menjadi dua, lalu memberikan separuh kurma kepada masing-masing anak. Nabi ﷺ datang lalu Aisyah menceritakan kepada beliau apa yang terjadi. Beliau bersabda, "Apa yang membuatmu heran dari kejadian itu? Sungguh Allah telah menyayangi si perempuan, karena kasih sayangnya kepada anak-anaknya." (HR. Bukhari)

Dan apabila Nabi ﷺ melihat seorang anak menghadapi sakratul maut dan nyawa hendak dicabut dari tubuhnya, air mata bercucuran dari kedua mata beliau karena sedih dan sayang kepada si anak, serta untuk mengajarkan kepada umat sikap lembut dan kasih sayang.

Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid, ia berkata, "Putri Nabi ﷺ mengirim utusan kepada ayahnya (untuk menyampaikan), 'Bahwasanya anakku tengah menghadapi sakratul maut, maka saksikanlah kami.' Lalu Nabi ﷺ mengirim utusan, beliau mengirim salam kepadanya dan berpesan, "Sesungguhnya milik Allahlah apa yang Dia ambil dan Dia berikan. Segala sesuatu yang ada di sisi-Nya memiliki ajal tertentu. Karena hendaklah ia bersabar dan mengharapkan pahala."

Si anak perempuan kembali mengirim utusan, ia bersumpah agar beliau datang kepadanya. Beliau berangkat bersama Sa'ad bin Ubadah, Muadz bin Jabal, Ubay bin Ka'ab, Zaid bin Tsabit dan beberapa orang lagi. Si anak diangkat kepada Nabi ﷺ. Beliau mendudukannya di pangkuannya dan badannya pun bergetar, maka kedua mata beliau berlinangan air mata. Sa'ad berkata, "Wahai Rasulullah, apa artinya ini?" Beliau bersabda, "Ini adalah kasih sayang yang Allah ciptakan di hati hamba-hamba-Nya, sesungguhnya Allah mengasihi hamba-Nya yang penuh kasih." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hiburan yang diberikan Rasulullah ﷺ kepada saudara laki-laki Anas, ketika beliau bersabda kepadanya untuk mencandai dan menghiburnya, "Wahai Abu Umair, apa yang dilakukan Nughair (burung kecil)? 

Riwayat ini adalah sejumlah kecil tauladan dari akhlak Rasulullah ﷺ. Seyogyanya setiap muslim meneladani perbuatan, pergaulan dan setiap sisi kehidupan beliau.

Sumber: Kitab Al-Hadyu An-Nabawi fi Tarbiyah Al-Aulad fi Dhau' Al-Kitab wa Sunnah - Panduan Lengkap Tarbiyatul Aulad, Dr. Sa'id bin Ali bin Wahf Al-Qahthani, Penerbit Zam Zam hal. 152-153 

Thursday, January 23, 2020

Berenang Yuk! : Catatan Outing Class SDIT Darul Ihsan

Pontianak - Salah satu kegiatan yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh siswa SDIT Darul Ihsan Pontianak adalah Outing Class. Outing Class merupakan kegiatan belajar di luar sekolah yang rutin dilaksanakan satu kali pada setiap semester. Nah, pada Outing Class kali ini sedikit berbeda. Setelah sebelumnya kegiatan Outing Class lebih banyak mengunjungi lokasi yang berada di dalam gedung, seperti Perpustakaan Daerah dan Pusat IPTEK dan Bahasa di PCC, maka kali ini para siswa SDIT Darul Ihsan diajak untuk bermain air sembari mengamalkan sunnah Nabi dan para sahabat, yaitu "berenang". Pada kesempatan ini, SDIT Darul Ihsan mengajak para siswanya ke kolam renang JC. Oevang Oeray Pontianak. Tentu saja hal ini disambut antusias oleh para siswa, namun tidak sedikit pula kekhawatiran dirasa oleh para orangtua siswa. Hal ini cukup bisa dipahami oleh pihak sekolah, mengingat sebelum dilaksanakanya kegiatan Outing ini, telah terjadi sebuah peristiwa memilukan dimana seorang siswa SMP tenggelam di sebuah kolam berenang di Pontianak. Namun, dengan kejadian serta kekhawatiran para orangtua tersebut, tidak lantas mengendurkan niat sekolah untuk tetap dapat melaksakan kegiatan yang telah dirancang jauh-jauh hari sebelumnya.

Seperti sebelumnya, kegiatan Outing Class dibagi menjadi dua hari, yaitu pada tanggal 20 dan 21 Januari 2020. Hari pertama, kegiatan akan dijalani lebih dahulu oleh peserta ikhwan (laki-laki) dari kelas 1 - 6 ditambah peserta akhwat (perempuan)  kelas 1. Di hari pertama, kami menggunakan 3 buah bis dari Dinas Perhubungan Kota Pontianak. Sebelum berangkat, para siswa diajak untuk menunaikan shalat dhuha di Masjid Azzakiyah, setelah itu mereka dibagi kelompok untuk kemudian diberangkatkan menuju lokasi. Sesampainya di lokasi, anak-anak diajak untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu guna menghindari cedera disaat berenang. Anak-anak terlihat sangat bersemangat dan tidak sabar untuk segera melompat ke dalam kolam renang. Setelah pemanasan, maka para siswa SDIT Darul Ihsan langsung dipersilahkan untuk berenang. Disini semakin telihat antusias mereka yang bergitu besar - ya namanya juga anak-anak, hehe. Raut kebahagiaan terus terpancar dari wajah mereka yang lugu ini. 

Di sisi lain, para dewan guru senantiasa siap siaga menjaga dan memperhatikan gerak gerik mereka tanpa harus mengusik kesenangan mereka. Selama kurang lebih dua jam, mereka diberikan kesempatan untuk mengeksplor fasilitas yang terdapat di lokasi tersebut. Ada yang naik seluncuran , ada yang menunggu dibawah "ember" besar untuk dapat menikmati siraman air yang "tumpah" dan juga ada yang fokus dengan berenangnya. Saking serunya, waktu pun berlalu tanpa disadari. Saatnya mereka untuk berbilas dan mengganti pakaian. Sebelum mengakhiri dan kembali pulang ke sekolah, para siswa lalu diajak untuk menikmati "catering" yang telah disediakan oleh pihak kantin sekolah. Setelah makan, mereka pun kembali ke sekolah untuk kemudian dijemput oleh orangtua masing-masing.

Hari kedua dijalani oleh peserta akhwat (perempuan) dari kelas 2 - 6. Sama seperti dihari sebelumnya, sebelum ke lokasi, mereka shalat dhuha dan bagi kelompok. Pada hari ini, mereka berangkat dengan menggunakan 2 buah bis dari Dinas Perhubungan Kota Pontianak. Para siswi akhwat SDIT Darul Ihsan juga tidak kalah antusiasnya dengan para siswa ikhwan. Sesampainya di lokasi, mereka segera melakukan pemanasan yang dipimpin oleh Pak Angga dan bu Irma, guru PJOK SDIT Darul Ihsan. Segera setelah pemanasan, satu per satu dari mereka mulai memasuki kolam renang. Ada yang mulai berenang, ada yang langsung menaiki seluncuran dan ada yang menunggu "siraman air". Dua jam berlalu tanpa terasa, mereka pun akhirnya bersiap-siap untuk berbilas, ganti pakaian dan menikmati "catering". Tepat waktu Zhuhur, semua peserta sudah kembali ke sekolah.

Begitulah catatan singkat kegiatan Outing Class semester genap tahun 2020 ini. Walaupun diawali dengan kekhawatiran dari orangtua siswa, namun atas izin Allah, kegiatan ini pun dapat berjalan dengan baik dan tanpa kendala yang berarti. Alhamdulillah. :) 

Admin, 24 Januari 2020


Wednesday, January 22, 2020

Q & A: Tanya Jawab Seputar SDIT Darul Ihsan Pontianak

Bismillah, Alhamdulillah, Sholatuwasalam 'ala Rasulillah.
Ayah Bunda, menindaklanjuti postingan admin FB SDIT Darul Ihsan tanggal 15 Januari 2019 yang membuka sesi tanya jawab bagi Ayah Bunda, dan alhamdulillah sudah terkumpul sejumlah pertanyaan yang Insya Allah akan dijawab dibawah ini. 

P     : Gimana proses antar-jemput?
J      : Antar jemput siswa SDIT Darul Ihsan dilakukan di luar pagar sekolah

P     : Berapa lama toleransi jemput?
J      : Sekolah memberikan toleransi waktu menjemput 15 menit setelah jam pulang

P     : Anak yang belum dijemput akan menunggu dimana?
J      : Anak akan tetap berada di lingkungan sekolah jika belum dijemput dan pagar sekolah akan terus ditutup

P     : Siapa yang boleh menjemput?
J      : Sekolah selalu mengharapkan Ayah Bunda yang senantiasa menjemput sang anak

P     : Gimana sistem penilaian untuk naik kelas?
J      : Penilaian untuk naik kelas, tidak hanya bersumber dari nilai akademik yang diraih, tetapi juga dilihat dari akhlak dan adab serta peran serta orangtua dalam mendukung proses pendidikan bagi sang anak

P    : Kebanyakan lulusannya ke SMP mana?
J     : Sebagian besar lulusan SDIT Darul Ihsan melanjutkan jenjang pendidikan ke pondok pesantren, baik di Kalbar, maupun di luar Kalbar. 

P    : Gimana hasil UN lalu?
J     : Alhamdulillah SDIT Darul Ihsan pada tahun sebelumnya menduduki peringkat ke-3 SD terbaik se-kecamatan Pontianak Barat, dan peringkat ke-1, SD Swasta terbaik se-kecamatan Pontianak Barat. Selain itu terdapat seorang lulusan yang masuk 100 siswa dengan nilai UN terbaik se-kota Pontianak

P    : Apakah pakai sistem ranking?
J    : Tidak

P    : Apakah pakai sistem rewards untuk anak yang berprestasi?
J    : Tentu saja, SDIT Darul Ihsan secara konsisten memberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi bagi tiga siswa terbaik di setiap kelasnya serta bagi siswa yang memiliki hafalan terbaik di setiap akhir semester.

P    :  Bagaimana sekolah menghadapi bullying?
J     : Bullying adalah hal yang serius dan menjadi perhatian tersendiri bagi sekolah, sekolah senantiasa melakukan antisipasi terhadap tindakan-tindakan bullying. Salah satu bentuk antisipasi ialah melaksanakan program-program ukhuwah bagi anak seperti shalat dhuha berjama'ah, shalat zhuhur berjama'ah, muroja'ah bersama, makan bersama, mabit, outing class dan juga program-program lainnya.

P    : Bagaimana menanggapi anak yang mengaku dibully atau punya masalah dengan anak lainnya?
J    : Alhamdulillah, sepanjang sepengetahuan kami, belum pernah terjadi tindak bullying di sekolah baik yang dilakukan oleh anak-anak maupun dewan guru.  

P    : Adakah keringanan biaya bagi peserta didik yang kurang mampu seperti sekolah umum lainnya?
J    : Sementara ini, sekolah mencoba memaksimalkan bantuan-bantuan yang diberikan oleh pemerintah maupun swasta untuk mendukung pendidikan bagi siswa yang tidak mampu, seperti Program Indonesia Pintra (PIP), Bantuan Perlengkapan Sekolah bagi siswa tidak mampu, Beasiswa Pendidikan dari LAZIS Amanah, bahkan bantuan PKH dari Dinas Sosial,. Namun sekolah tidak menutup kemungkinan akan memberikan bantuan bagi siswa yang dinilai perlu untuk dibantu dengan ketentuan dan syarat-syarat tertentu.

Barakallahufikum. 

Wednesday, January 15, 2020

DAPODIK (Data Pokok Pendidikan) - Pengertian, Fungsi, dan Manfaatnya

Layanan Dapodik mulai dikembangkan pada tahun 2006 oleh Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri dikenal dengan Biro PKLN Depdiknas dimasa itu.  Lihat sejarah lengkapnya >> Sejarah Dapodik

A. Pengertian Dapodik
Dapodik yang merupakan singkatan dari Data Pokok Pendidikan adalah sebuah sistem aplikasi pengumpulan dan pengelolaan data terpadu berskala nasional. Aplikasi ini dioperasikan oleh OPS (Operator Sekolah) di setiap satuan pendidikan. Didalam aplikasi Dapodik memuat data-data rinci mengenai satuan pendidikan (sekolah) tersebut, baik data Peserta Didik (PD), data Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK), dan wali murid. Agar data yang diinput valid, maka operator sekolah wajib menginput sesuai dengan berkas-berkas yang dinilai sebagai sumber data yang sah seperti Akta lahir, Kartu Keluarga, dan KTP Orangtua. 

B. Fungsi Dapodik
Dapodik sebagai satu-satunya acuan data yang digunakan Kemdikbud tentunya menjadikan dapodik ini memiliki peran yang sangat vital dan dengan beragam fungsi (multi-fungsi). Fungsi dapodik pada setiap tahunnya terus mengalami perkembangan terkait dengan perubahan kebijakan dan program yang dicanangkan Kemdikbud. Pada saat ini dapodik berfungsi untuk :
  1. Alokasi dana BOS bagi sekolah sesuai jumlah siswanya
  2. Alokasi kuota penerima tunjangan-tunjangan bagi guru yang memenuhi syarat
  3. Alokasi bantuan sarana dan prasarana bagi sekolah yang fasilitasnya belum memadai
  4. Pengajuan dan perbaikan data kelembagaan sekolah
  5. Pengajuan dan VerVal (Verifikasi dan Validasi) data dan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK)
  6. Pengajuan dan VerVal data Peserta Didik (Siswa) dan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN)
  7. Pengajuan dan Verval data Satuan Pendidikan dan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN)
  8. Pemetaan dan pemerataan guru
  9. Monitoring dan Evaluasi kebijakan-kebijakan dan program-program Kemdikbud
  10. Mempercepat dan meningkatkan efektifitas pelaporan yang dilakukan dari sekolah ke kementerian serta dengan mengurangi resiko penyimpangan atau pelanggaran yang ada sebelumnya.

C. Manfaat Dapodik
Kemendikbud memiliki satu data tunggal sebagai rujukan untuk mendukung seluruh program di lingkungan Kemendikbud, di pemerintah daerah maupun lintas kementerian dan Non- Government Organization (NGO) nasional maupun internasional. Pengukuran keberhasilan program, pemantauan pelaksanaan kebijakan dan pengukuran ketercapaian SNP (Standar Nasional Pendidikan) dan SPM (Standar Pelayanan Minimum) akan mudah dipantau. Dengan menggunakan data yang terintegrasi akan menghasilkan kebijakan yang terintegrasi pula. Selain itu Dapodik bermanfaat guna meminimalisir double entry (data ganda) karena sistem data yang dikembangkan sangat bersinergi. 

Tuesday, January 14, 2020

Kisah Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad ﷺ (Bagian 3: Gelar Ash-Shiddiq dan Tanggapan Kaum Quraisy - Selesai)

Setelah itu, Nabi Muhammad ﷺ kembali ke Mekkah al-Mukarramah. Pada pagi harinya, beliau berada di tengah-tengah kaum beliau untuk memberitahukan kepada mereka tanda-tanda kebesaran Allah yang Allah perlihatkan kepadanya. Mereka justru semakin mendustakan dan menyakiti beliau. Sebagian ada yang bertepuk tangan, dan ada pula yang menaruh tangan di atas kepala dengan merasa aneh dan mengingkari.

Beberapa orang kemudian menghampiri Abu Bakr Ash-Shiddiq dan menyampaikan hal itu kepadanya. Abu Bakr berkata, "Jika memang beliau berkata seperti itu, berarti beliau benar." Mereka berkata, "Apa kau percaya padanya tentang hal itu?" Abu Bakr menyahut, "Aku percaya pada beliau terkait hal yang lebih jauh dari itu. Aku selalu percaya kepada beliau atas berita dari langit baik pada pagi maupun petang hari." Karena itulah Abu Bakr disebut Ash-Shiddiq.

Orang-orang kafir kemudian menguji beliau. Mereka meminta beliau untuk menyebutkan ciri-ciri Baitul Maqdis. Beliau belum pernah melihat Baitul Maqdis sebelumnya. Allah menampakkan Baitul Maqdis di hadapan beliau sehingga beliau melihatnya dengan mata kepala beliau. Beliau kemudian memberitahukan kepada mereka seperti apa ciri-cirinya. Beliau menyebutkan pintu-pintu dan tempat-tempat Baitul Maqdis satu per satu, hingga mereka tidak bisa membantahnya. Bahkan mereka  berkata, "Demi Allah, ia benar dalam menyebut ciri-cirinya."

Mereka juga bertanya kepada beliau ﷺ tentang kafilah milik mereka yang datang dari Syam. Beliau memberitahukan berapa jumlah unta kafilah tersebut, bagaimana kondisinya, kapan kafilah ini tiba, dan unta apa yang ada dibarisan depan kafilah. Apa yang beliau beritahukan ini terjadi sama persis seperti yang beliau katakan. Namun, orang-orang zalim tetap ingkar.

Pada pagi harinya setelah malam Isra', Jibril datang dan mengajarkan tata cara shalat lima waktu dan waktu-waktunya kepada Nabi ﷺ. Sebelumnya, shalat hanya dikerjakan dua rakaat pada pagi hari dan dua rakaat pada malam hari.

Selesai.

Oleh: Admin, Sungai Rengas, 14 Januari 2020

Kisah Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad ﷺ (Bagian 2: Mendapatkan Perintah Shalat )

Rasulullah ﷺ mendapat perintah shalat lima puluh waktu. Beliau kembali hingga bertemulah dengan Nabi Musa. Ia bertanya, "Apa yang diperintahkan kepadamu, wahai Muhammad?" Rasul menjawab, "Shalat lima puluh waktu."

Nabi Musa kembali berkata, "Umatmu tidak akan sanggup. Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan untuk umatmu. Rasul melirik malaikat Jibril dan memberi isyarat kepadanya. Jibril memberi isyarat, "Sungguh benar jika kamu berkehendak." Malaikat Jibril kembali membawa Rasulullah ﷺ naik ke Arsyur Rahman, Allah ﷻ dan Dia masih di tempat yang tadi. 

Menurut riwayat yang lain, beliau diberi keringanan menjadi empat puluh waktu dan kembali bertemu Nabi Musa. Ia berkata, "Kembalilah menemui Tuhanmu, minta keringanan dari-Nya, dan terus permohonan keringanan yang diajukan Nabi Musa kepada Allah ﷻ hingga akhirnya kewajiban shalat menjadi lima waktu."

Nabi Musa kembali menyuruh Rasulullah ﷺ untuk menemui Allah ﷻ memohon keringanan. Namun Rasul menjawab, "Aku sudah malu terhadap Allah, aku ridha dan menerima (perintah ini)."

Setelah itu, terdengar sebuah seruan, "Telah Aku tetapkan, kewajiban yang telah aku fardhukan, dan telah aku ringankan (kewajiban itu) terhadap hamba-Ku."

Para sahabat berbeda pendapat perihal, apakah Rasulullah ﷺ saat di Arsy Ar-Rahman langsung melihat Allah atau tidak?

Berita yang benar adalah yang diriwayatkan Ibnu Abbas bahwa Rasulullah melihatnya. Masih menurut Ibnu Abbas bahwa beliau melihatnya dengan hati. 

Hadits shahih yang diriwayatkan oleh 'Aisyah dan Ibnu Mas'ud berbeda. Disebutkan bahwa makna ayat "laqad raahu nazlatan ukhra" maksudnya adalah malaikat Jibril.

Dalam hadits shahih lainnya disebutkan, dari Abu Dzar, ia bertanya kepada Rasulullah ﷺ, "Apakah engkau melihat Tuhanmu?" Rasul menjawab, "Cahaya! Aku melihat cahaya. Yaitu antara aku dan cahaya yang kulihat." Seperti dalam riwayat lain disebutkan, "Aku melihat cahaya.:

Diceritakan Imam Ad-Darimi, "Para sahabat telah bersepakat bahwa Rasulullah ﷺ tidak melihat Allah ﷻ." Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, "Perkataan Ibnu Abbas tidaklah bertentangan dengan pendapat ini. Karena pendapatnya, Rasulullah melihat Allah ﷻ dengan hatinya."

Bersambung...

Oleh: Admin, Sungai Rengas, 14 Januari 2020 

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2020 / 2021

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Alhamdulillah, segala puji senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah ﷻ atas segala nikmat dan karunia-Nya serta tidak lupa shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada qudwah kita baginda Nabi Muhammad ﷺ beserta para keluarga, sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman.


Kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) khususnya kelas 1 Sekolah Dasar (SD)  merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan untuk mengisi formasi siswa kelas 1 di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Darul Ihsan Pontianak Barat sebagai realisasi layanan pendidikan dan mensukseskan Program Wajib Belajar 9 Tahun.

Jadwal Pendaftaran PPDB dimulai dari tanggal 13 Januari hingga 13 Februari 2020. Adapun persyaratannya adalah sebagai berikut:


1.     Calon siswa berusia minimal 6 tahun pada Juli 2020
2.     Mengisi formulir pendaftaran
3.     Melengkapi berkas berkas lainnya seperti:
·        Fotokopi Kartu Keluarga
·        Fotokopi Akta Kelahiran
·        Fotokopi KTP Kedua Orangtua
·        Pas Foto berukuran 3 x 4 sebanyak 2 lembar

Formulir pendaftaran bisa didapatkan di sekretariat PPDB di SDIT Darul Ihsan Pontianak, Jl. Apel dengan biaya pendaftaran sebesar Rp 100.000,- / anak.

Demikian informasi terkait PPDB 2021/2020 yang dapai kami sampaikan. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi panitia Bapak Halim, S.Kom.I (0857-5016-9094) dan Bapak Andriadi, S.Pd.I (0896-9036-9261)


Wassalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh







email: darulihsan.sdit2011@gmail.com
facebook: Sdit Darul Ihsan
instagram: @sditdarulihsan
youtube: Darul Ihsan

Kisah Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad ﷺ (Bagian 1: Allah ﷻ menghibur Sang Nabi ﷺ )

Rasulullah ﷺ melakukan perjalanan malam (Isra) dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dengan ditemani Malaikat Jibril menggunakan Buraq. Beliau tiba di Al-Aqsha dan menjadi imam shalat para nabi. Perjalanan ini beliau lakukan dengan ruh dan jasad sebagaimana pendapat yang paling kuat tentang hal ini. Peristiwa ini, merupakan bentuk kasih sayang Allah ﷻ kepada hamba-Nya. Allah menghibur sang Nabi di kala sang Nabi baru saja kehilangan dua sosok yang beliau cintai, yaitu istri beliau, Khadijah dan paman beliau, Abu Thalib. Maka saat-saat itu pun dikenal pula dengan tahun kesedihan.

Kendaraan buraq diikat di salah satu tiang masjid. Ada juga yang mengatakan buraq turun di Bethlehem, namun hal ini tidak benar. 

Pada malam itu juga, Rasul diangkat (Mi'raj) dari Baitul Maqdis menuju langit ketujuh (samaud dunya). Malaikat Jibril membukakan tabir, maka terbukalah. Rasulullah melihat bapak manusia, Nabi Adam. Beliau  ﷺ mengucapkan salam kepadanya. Nabi Adam pun menjawab salam beliau, menyambut dan mengakui kenabiannya.

Allah ﷻ memperlihatkan  ruh-ruh yang berbahagia dari keturunan Nabi Adam di sebelah kanan, dan memperlihatkan juga ruh-ruh yang menderita di sebelah kirinya. 

Setelah itu, beliau naik ke langit kedua. Beliau melihat Nabi Yahya dan Nabi Isa. Beliau melanjutkan perjalanan naik ke langit ketiga. Disana, beliau melihat Nabi Yusuf. Di langit keempat, beliau melihat Nabi Idris. Setelah itu, beliau naik ke langit kelima dan bertemu Nabi Harun. 

Di langit keenam, beliau melihat Nabi Musa. Ketika menemuinya Nabi Musa menangis. Beliau bertanya, "Mengapa engkau menangis?" Nabi Musa menjawab, "Aku menangis karena ada seseorang yang diutus menjadi Nabi setelahku, umatnya masuk surga lebih banyak dibandingkan umatku."

Beliau naik kembali ke langit ketujuh dan bertemu Nabi Ibrahim. Akhirnya beliau diangkat ke sidratul muntaha kemudian naik kembali ke al-bait al-ma'mur hingga tiba di singgasana Arsyur Rahman, Allah ﷻ; mendekat kepada-Nya; begitu dekat. Jaraknya dua busur panah atau lebih dekat lagi. Karena itu, diwahyukan kepada hamba-Nya apa yang seharusnya diwahyukan.

Bersambung... 

Oleh: Admin, Sungai Rengas, 14 Januari 2020

Wednesday, January 1, 2020

Pentingnya Belajar Sirah Rasulullah ﷺ

Bismillah. Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah senantiasa kita panjatkan. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi kita yang mulia, Muhammad ﷺ. Baik wanita atau laki-laki, dewasa atau anak-anak, ulama maupun awam, pemimpin perusahaan ataupun karyawan - seluruh orang Islam perlu untuk belajar biografi Rasulullah ﷺ. Karena faktanya, banyak dari kewajiban ibadah dan aktifitas kita dalam Islam merujuk pada pengetahuan kita tentang kehidupan beliau ﷺ. Sebagai contoh, setiap muslim hendaknya mencintai Nabi ﷺ, namun bagaimana kita bisa mencintainya tanpa memiliki pengetahuan tentang diri beliau? Kita tidaklah hidup disaat Nabi ﷺ menyampaikan dakwah Islam kepada kaum Quraisy, sehingga satu-satunya cara bagaimana kita menjadi dekat dengan beliau ﷺ dan dengan konsisten mencintainya adalah dengan mempelajari perkataan serta amal perbuatan beliau. Dan bagaimana kita bisa menjadi pengikut beliau ﷺ jika kita tidak mengetahui perkataan dan amal perbuatan beliau ﷺ. Itulah sebabnya kita sangat butuh mendekatkan diri kita kepada kehidupan sang Nabi ﷺ.

Dengan mempelajari sirah (biografi Nabi), kita dapat melihat bagaimana sang Nabi adalah sosok suami yang ideal, ayah yang ideal, pemimpin yang ideal, pendidik yang ideal, hakim yang ideal dan seterusnya. Terlepas dari kondisi dan siapa diri kita, kita dapat mengambil pelajaran dari kehidupan sang Nabi ﷺ.  Jika seorang mendedikasikan sebagian hidupnya untuk berdakwah (yakni seorang da'i), maka baginya mempelajari sirah Nabi adalah kewajiban. Dengan mempelajari sirah, seorang da'i belajar tentang metodologi dakwah, terlebih disaat menghadapi orang-orang yang menolak dakwah Islam dan bagaimana sang Nabi ﷺ bersabar atas segala penderitaan yang dialaminya. Banyak pelajaran serta pesan moral yang tak terhitung jumlahnya yang bisa sang da'i dapatkan dari mempelajari sirah nabawiyah. 

Jika seseorang tersebut adalah seorang pendidik, baik dirumah maupun di sekolah atau bahkan pendidik di lingkungan masyarakatnya, maka ia dapat mempelajari bagaimana sang pendidik terbaik yang pernah ada di muka bumi berhasil membangun genarasi muslim sejati, yang kemudian akhirnya membangun sebuah peradaban yang luar biasa yang pernah diketahui oleh umat manusia. Pada masa awal keislaman, para sahabat dididik di sebuah tempat terbaik di dunia yaitu Darul Arqam (tempat rahasia kaum muslimin di awal kenabian), dimana disanalah Nabi ﷺ mengajarkan al-Qur'an, tauhid, adab-adab dan lain sebagainya. Murid-murid beliau ﷺ pun berhasil lulus menjadi para pemimpin dan para pendidik pada generasi muslim berikutnya. 

Jika seseorang tersebut adalah seorang pemimpin, ia dapat mempelajari bagaimana kualitas kepemimpinan sejati dari Sirah Nabi ﷺ, yang mana beliau ﷺ adalah sosok pemimpin yang sangat adil serta bagaimana beliau dapat menyatukan kaum muslimin, bagaimana beliau menghadapi kelompok pengacau yang disebut dengan kelompok munafik yang dipimpin oleh Abdullah bin Ubay bin Salul, dan juga bagaimana beliau ﷺ berjuang untuk negeri kaum muslimin yang lebih baik. 

Jika seseorang tersebut adalah ulama, ia dapat merujuk kepada sirah nabawiyah dalam usaha untuk memahami al-Qur'an, karena setiap sikap dan perilaku Nabi ﷺ merupakan praktek dari apa yang terkandung di dalam al-Qur'an. Lebih lanjut, banyak dari turunnya ayat-ayat al-Qur'an bermula dari peristiwa yang terjadi di masa hidup Rasulullah ﷺ. Seorang ulama hanya dapat memahami ayat-ayat al-Qur'an jika ia memahami peristiwa yang menjadi sebab ayat-ayat tersebut turun. 

Jika ia ingin menjadi muslim yang zuhud (yaitu meninggalkan segala kenikmatan dunia karena Allah), ia dapat belajar melalui sirah nabawiyah, perbedaan antara Zuhud dan Ekstrim, sehingga ia dapat menjalani hidup dengan seimbang dengan cara yang benar sebagaimana kehidupan yang dijalani oleh Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya. Jika seorang muslim tertimpa musibah, ia dapat menemukan cara bersikap yang benar dari sirah nabawiyah karena tidak ada seorang pun yang tertimpa musibah mengalaminya sebesar apa yang pernah Nabi ﷺ alami. 

Maka, tidak diragukan lagi bahwa mempelajari sirah (biografi Nabi ﷺ) bagi seorang muslim adalah keharusan. Bagaimana mungkin kita bisa menjalani hidup sebagai seorang muslim tanpa mengetahui apa yang semestinya seorang muslim lakukan yang mana hanya bisa kita temukan dalam perjalanan hidup sang Nabi yang mulia, Nabi Muhammad ﷺ, melalui sirahnya. 

Diterjemahkan dan diringkas dari pengantar buku sirah, "The Noble Life of the Prophet ﷺ" karya Dr. Ali Muhammad As-Sallaabee, tahun 2001

Admin: Sungai Rengas, 1 Januari 2020

Tuesday, December 31, 2019

Download Kalender 2020 Eksklusif SDIT Darul Ihsan Pontianak (EDISI REVISI)

Assalamu'alaikum

Penghujung akhir tahun 2019 pun telah tiba, nah bagi kamu yang belum memiliki kalender tahun 2020, silahkan download kalender eksklusif SDIT Darul Ihsan Pontianak dengan kualitas HD, GRATIS hanya dengan mengklik link download di bawah ini. Semoga bermanfaat. Barakallahufikum.

Wassalamu'alaikum



Admin: Sungai Rengas, 31 Desember 2019

Friday, March 22, 2019

Pintar Saja Tidak Cukup


Kira-kira apa yang akan ada di benak orang-orang saat ini ketika nama “Albert Einstein” disebut? Maka sebagian besar orang akan mengatakan “jenius”, “pintar”, “seorang ilmuan besar”. Bahkan tak sedikit foto  Albert Einstein dijadikan simbol “kejeniusan” manusia. Sebagian anak muda masa kini dengan bangga memasang foto Einstein di jaket-jaket mereka. Namun, apalah artinya jenius, jika dengan “Tuhan” saja ia tak kenal?? Bahkan dalam sebuah surat yang ia tulis sebelum kematiannya pada tahun 1954, ia menulis:

"Kata 'Tuhan' bagi saya tidak lebih dari ekspresi dan produk kelemahan manusia. Kitab suci adalah kumpulan legenda yang betapa pun mulia tetap masih primitif dan kekanak-kanakan"

Lihatlah pandangannya tentang “Tuhan”. Kejeniusannya tak serta merta membawa dirinya mengenal Tuhannya. Padahal siapakah yang mendirikan langit tanpa tiang? Siapakah yang menahan burung di angkasa? Siapakah yang menjadikan keteraturan planet dan bintang-bintang sehingga taka da satupun yang saling bertabrakan? Adakah itu semua tercipta dengan sendirinya?? Apakah 0 + 0 = 1?? Jawabannya TIDAK.

Adapun tentang langit, planet-planet dan alam semesta,  Allah berfirman:

“Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia ciptakan keseimbangan” (Qs. Ar-Rahman: 7)

Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (Qs. Fathir: 41)

“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat,” (Q.S. al-Ra’d: 2)

Adapun tentang penciptaan alam semesta, Allah berfirman:

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk. Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya. Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (Surat Al-Anbiya: 30 – 33)

Dan masih banyak lagi ayat-ayat al-Qur’an yang menunjukkan bahwa Allah-lah satu-satunya Pencipta dan Pengatur seluruh kehidupan di alam semesta. Taka da satu benda pun yang luput dari pandangan-Nya. Bahkan gugurnya sehelai dauh dari dahannya adalah ketentuan yang telah Dia tuliskan di kitab Lauh Mahfudz.

Jadi, Masihkah kita membanggakan seorang atheis (orang yang tidak mempercayai adanya Tuhan) seperti Albert Einstein dan lainnya?? Padahal jika kita dalami al-Qur’an dengan serius dan sungguh-sungguh, maka akan kita dapati seluruh ilmu pengetahuan dan teori-teori yang mereka kemukakan saat ini, kesemuanya telah Allah jelaskan dan paparkan jauh 1400 tahun yang lalu di dalam al-Qur’an melalui lisan Rasul yang Agung Muhammad ﷺ.

So, pintar saja tak cukup jika tidak beriman kepada Allah ﷻ, Rabbul ‘Alamin.
Wallahu a’lam

Biografi Abu Bakr Ash-Shiddiq

Nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Utsman bin Amir bin Amru bin Ka`ab bin Sa`ad bin Taim bin Murrah bin Ka`ab bin Lu`ai bin Ghalib bin Fihr al-Qurasy at-Taimi – radhiyallahu`anhu. Bertemu nasabnya dengan Nabi pada kakeknya Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai. Abu Bakar adalah shahabat Rasulullah – shalallahu`alaihi was salam – yang telah menemani Rasulullah sejak awal diutusnya beliau sebagai Rasul, beliau termasuk orang yang awal masuk Islam. Abu Bakar memiliki julukan “ash-Shiddiq” dan “Atiq”.

Ada yang berkata bahwa Abu Bakar dijuluki “ash-Shiddiq” karena ketika terjadi peristiwa isra` mi`raj, orang-orang mendustakan kejadian tersebut, sedangkan Abu Bakar langsung membenarkan.
Allah telah mempersaksikan persahabatan Rasulullah dengan Abu Bakar dalam Al-Qur`an, yaitu dalam firman-Nya : “…sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada sahabatnya: `Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita’.” (QS at-Taubah : 40)

`Aisyah, Abu Sa’id dan Ibnu Abbas dalam menafsirkan ayat ini mengatakan : “Abu Bakar-lah yang mengiringi Nabi dalam gua tersebut.”

Allah juga berfirman : “Dan orang yang membawa kebenaran dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (az-Zumar : 33)

Al-Imam adz-Dzahabi setelah membawakan ayat ini dalam kitabnya al-Kabaa`ir, beliau meriwayatkan bahwa Ja`far Shadiq berujar :”Tidak ada perselisihan lagi bahwa orang yang datang dengan membawa kebenaran adalah Rasulullah, sedangkan yang membenarkannya adalah Abu Bakar. Masih adakah keistimeaan yang melebihi keistimeaannya di tengah-tengah para Shahabat?”

Dari Amru bin al-Ash radhiyallahu`anhu, bahwaRasulullah mengutusnya atas pasukan Dzatus Salasil : “Aku lalu mendatangi beliau dan bertanya “Siapa manusia yang paling engkau cintai?” beliau bersabda :”Aisyah” aku berkata : “kalau dari lelaki?” beliau menjawab : “ayahnya (Abu Bakar)” aku berkata : “lalu siapa?” beliau menjawab: “Umar” lalu menyebutkan beberapa orang lelaki.” (HR.Bukhari dan Muslim)

“Sesungguhnya Allah telah menjadikanku sebagai kekasih-Nya, sebagaimana Dia menjadikan Ibrahim sebagai kekasih-Nya. Dan kalau saja aku mengambil dari umatku sebagai kekasih, akan aku jadikan Abu Bakar sebagai kekasih.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Sa`id radhiyallahu`anhu, bahwa Rasulullah duduk di mimbar, lalu bersabda :”Sesungguhnya ada seorang hamba yang diberi pilihan oleh Allah, antara diberi kemewahan dunia dengan apa yang di sisi-Nya. Maka hamba itu memilih apa yang di sisi-Nya” lalu Abu bakar menangis dan menangis, lalu berkata :”ayah dan ibu kami sebagai tebusanmu” Abu Sa`id berkata : “yang dimaksud hamba tersebut adalah Rasulullah, dan Abu Bakar adalah orang yang paling tahu diantara kami” Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya orang yang paling banyak memberikan perlindungan kepadaku dengan harta dan persahabatannya adalah Abu Bakar. Andaikan aku boleh mengambil seorang kekasih (dalam riwayat lain ada tambahan : “selain rabb-ku”), niscaya aku akan mengambil Abu Bakar sebagai kekasihku. Tetapi ini adalah persaudaraan dalam Islam. Tidak ada di dalam masjid sebuah pintu kecuali telah ditutup, melainkan hanya pintu Abu Bakar saja (yang masih terbuka).”(HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya Allah telah mengutusku kepada kalian semua. Namun kalian malah berkata `kamu adalah pendusta’. Sedangkan Abu Bakar membenarkan (ajaranku). Dia telah membantuku dengan jiwa dan hartanya. Apakah kalian akan meninggalkan aku (dengan meninggalkan) shahabatku?” Rasulullah mengucapkan kalimat itu 2 kali. Sejak itu Abu bakar tidak pernah disakiti (oleh seorangpun dari kaum muslimin).(HR. Bukhari)

Masa Kekhalifahan

Dalam riwayat al-Bukhari diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu`anha, bahwa ketika Rasulullah wafat, Abu Bakar datang dengan menunggang kuda dari rumah beliau yang berada di daerah Sunh. Beliau turun dari hewan tunggangannya itu kemudian masuk ke masjid. Beliau tidak mengajak seorang pun untuk berbicara sampai akhirnya masuk ke dalam rumah Aisyah. Abu Bakar menyingkap wajah Rasulullah yang ditutupi dengan kain kemudian mengecup keningnya. Abu Bakar pun menangis kemudian berkata : “demi ayah dan ibuku sebagai tebusanmu, Allah tidak akan menghimpun dua kematian pada dirimu. Adapun kematian yang telah ditetapkan pada dirimu, berarti engkau memang sudah meninggal.”Kemudian Abu Bakar keluar dan Umar sedang berbicara dihadapan orang-orang. Maka Abu Bakar berkata : “duduklah wahai Umar!” Namun Umar enggan untuk duduk. Maka orang-orang menghampiri Abu Bakar dan meninggalkan Umar. Abu Bakar berkata : “Amma bad`du, barang siapa diantara kalian ada yang menyembah Muhammad, maka sesungguhnya Muhammad telah mati. Kalau kalian menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Hidup dan tidak akan pernah mati.

Allah telah berfirman :
“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS Ali Imran : 144)

Ibnu Abbas radhiyallahu`anhuma berkata : “demi Allah, seakan-akan orang-orang tidak mengetahui bahwa Allah telah menurunkan ayat ini sampai Abu Bakar membacakannya. Maka semua orang menerima ayat Al-Qur`an itu, tak seorangpun diantara mereka yang mendengarnya melainkan melantunkannya.”

Sa`id bin Musayyab rahimahullah berkata : bahwa Umar ketika itu berkata : “Demi Allah, sepertinya aku baru mendengar ayat itu ketika dibaca oleh Abu Bakar, sampai-sampai aku tak kuasa mengangkat kedua kakiku, hingga aku tertunduk ke tanah ketika aku mendengar Abu Bakar membacanya. Kini aku sudah tahu bahwa nabi memang sudah meninggal.”

Dalam riwayat al-Bukhari lainnya, Umar berkata : “maka orang-orang menabahkan hati mereka sambil tetap mengucurkan air mata. Lalu orang-orang Anshor berkumpul di sekitar Sa`ad bin Ubadah yang berada di Saqifah Bani Sa`idah” mereka berkata : “Dari kalangan kami (Anshor) ada pemimpin, demikian pula dari kalangan kalian!” maka Abu Bakar, Umar dan Abu Ubaidah bin al-Jarroh mendekati mereka. Umar mulai bicara, namun segera dihentikan Abu Bakar. Dalam hal ini Umar berkata : “Demi Allah, yang kuinginkan sebenarnya hanyalah mengungkapkan hal yang menurutku sangat bagus. Aku khawatir Abu Bakar tidak menyampaikannya” Kemudian Abu Bakar bicara, ternyata dia orang yang terfasih dalam ucapannya, beliau berkata : “Kami adalah pemimpin, sedangkan kalian adalah para menteri.” Habbab bin al-Mundzir menanggapi : “Tidak, demi Allah kami tidak akan melakukannya, dari kami ada pemimpin dan dari kalian juga ada pemimpin.” Abu Bakar menjawab : “Tidak, kami adalah pemimpin, sedangkan kalian adalah para menteri. Mereka (kaum Muhajirin) adalah suku Arab yang paling adil, yang paling mulia dan paling baik nasabnya. Maka baiatlah Umar atau Abu Ubaidah bin al-Jarroh.”Maka Umar menyela : “Bahkan kami akan membai`atmu. Engkau adalah sayyid kami, orang yang terbaik diantara kami dan paling dicintai Rasulullah.” Umar lalu memegang tangan Abu Bakar dan membai`atnya yang kemudian diikuti oleh orang banyak. Lalu ada seorang yang berkata : “kalian telah membunuh (hak khalifah) Sa`ad (bin Ubadah).” Maka Umar berkata : “Allah yang telah membunuhnya.” (Riwayat Bukhari)

Menurut `ulama ahli sejarah, Abu Bakar menerima jasa memerah susu kambing untuk penduduk desa. Ketika beliau telah dibai`at menjadi khalifah, ada seorang wanita desa berkata : “sekarang Abu Bakar tidak akan lagi memerahkan susu kambing kami.” Perkataan itu didengar oleh Abu Bakar sehingga dia berkata : “tidak, bahkan aku akan tetap menerima jasa memerah susu kambing kalian. Sesungguhnya aku berharap dengan jabatan yang telah aku sandang sekarang ini sama sekali tidak merubah kebiasaanku di masa silam.” Terbukti, Abu Bakar tetap memerahkan susu kambing-kambing mereka. 

Ketika Abu Bakar diangkat sebagai khalifah, beliau memerintahkan Umar untuk mengurusi urusan haji kaum muslimin. Barulah pada tahun berikutnya Abu Bakar menunaikan haji. Sedangkan untuk ibadah umroh, beliau lakukan pada bulan Rajab tahun 12 H. beliau memasuki kota Makkah sekitar waktu dhuha dan langsung menuju rumahnya. Beliau ditemani oleh beberapa orang pemuda yang sedang berbincang-bincang dengannya. Lalu dikatakan kepada Abu Quhafah (Ayahnya Abu Bakar) : “ini putramu (telah datang)!”

Maka Abu Quhafah berdiri dari tempatnya. Abu Bakar bergegas menyuruh untanya untuk bersimpuh. Beliau turun dari untanya ketika unta itu belum sempat bersimpuh dengan sempurna sambil berkata : “wahai ayahku, janganlah anda berdiri!” Lalu Abu Bakar memeluk Abu Quhafah
dan mengecup keningnya. Tentu saja Abu Quhafah menangis sebagai luapan rasa bahagia dengan kedatangan putranya tersebut.

Setelah itu datanglah beberapa tokoh kota Makkah seperti Attab bin Usaid, Suhail bin Amru, Ikrimah bin Abi Jahal, dan al-Harits bin Hisyam. Mereka semua mengucapkan salam kepada Abu Bakar : “Assalamu`alaika wahai khalifah Rasulullah!” mereka semua menjabat tangan Abu Bakar. Lalu Abu Quhafah berkata : “wahai Atiq (julukan Abu Bakar), mereka itu adalah orang-orang (yang baik). Oleh karena itu, jalinlah persahabatan yang baik dengan mereka!” Abu Bakar berkata : “Wahai ayahku, tidak ada daya dan upaya kecuali hanya dengan pertolongan Allah. Aku telah diberi beban yang sangat berat, tentu saja aku tidak akan memiliki kekuatan untuk menanggungnya kecuali hanya dengan pertolongan Allah.” Lalu Abu Bakar berkata : “Apakah ada orang yang akan mengadukan sebuah perbuatan dzalim?” Ternyata tidak ada seorangpun yang datang kepada Abu Bakar untuk melapor sebuah kedzaliman. Semua orang malah menyanjung pemimpin mereka tersebut.

Wafatnya

Menurut para `ulama ahli sejarah Abu Bakar meninggal dunia pada malam selasa, tepatnya antara waktu maghrib dan isya pada tanggal 8 Jumadil awal 13 H. Usia beliau ketika meninggal dunia adalah 63 tahun. Beliau berwasiat agar jenazahnya dimandikan oleh Asma` binti Umais, istri beliau. Kemudian beliau dimakamkan di samping makam Rasulullah. Umar mensholati jenazahnya diantara makam Nabi dan mimbar (ar-Raudhah). Sedangkan yang turun langsung ke dalam liang lahat adalah putranya yang bernama Abdurrahman (bin Abi Bakar), Umar, Utsman, dan Thalhah bin Ubaidillah.

Sumber:

• Al-Bidayah wan Nihayah, Masa Khulafa’ur Rasyidin Tartib wa Tahdzib Kitab al-Bidayah wan Nihayah karya Ibnu Katsir.
• Shifatush-Shofwah karya Ibnul Jauzi.
• Tahdzib Syarh Ath-Thahawiyah
• Al-Kabaa`ir karya Adz-Dzahabi